Visi Misi

Visi dan Misi

Secara organisasi, visi Sikola Mombine adalah Perempuan menjadi aktor perubahan sosial politik untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang berdaulat, adil, mandiri dan demokratis. Dalam mewujudkan visi tersebut, perlu ada misi sebagai berikut :

  1. Mendidik perempuan sebagai aktor perubahan sosial politik
  2. Melahirkan perempuan pemimpin yang berkarakter kebangsaan  (berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan bermartarbat secara budaya)
  3. Menjadi pusat pengetahuan dan pendidikan kepemimpinan perempuan

PRINSIP & NILAI ETIK

Dalam mengemban misinya, Sikola Mombine akan selalu berpegang teguh pada 9 (sembilan) ‘prinsip dan nilai etik” sebagai berikut:

  1. Bersikap demokratis dan egaliter
  2. Menjunjung tinggi HAM dan Keadilan gender
  3. Saling menerima dan menghargai perbedaan identitas termasuk orientasi seksual
  4. Menjunjung tinggi kebersamaan (sisterhood)
  5. Mengutamakan kerja kolektif dan saling membantu dalam kerja keorganisasian
  6. Mengutamakan penggunaan sumber daya lokal
  7. Menekankan orientasi proses pada setiap alur kegiatan dan menjadikannya sebagai wadah belajar
  8. Menumbuhkan budaya kerja kelompok dan semangat transparansi dalam setiap kegiatan
  9. Menghindari tindak kekerasan dalam menyelesaikan setiap permasalahan.
  10. Menolak program atau proyek yang dibiayai oleh dana utang termasuk CSR yang merugikan rakyat
  11. Siap menanggung segala resiko politik dan ekonomi

STRATEGI  PROGRAM

Dalam mengemban misinya, SM menggunakan 8 pendekatan utama sebagai strategi program, masing-masing:

  • Pengembangan kurikulum pendidikan dan riset, sebagai strategi untuk menguatkan kurikulum pendidikan berdasarkan pada hasil penelitian dan asessment kebutuhan rill perempuan berbasis pengetahuan dan pengalaman mereka .
  • Pendidikan dan pengorganisasian alumni dan peserta belajar, merupakan strategi untuk
  • Pengembangan Balai Belajar Kampung dan Pendidikan Vokasional,
  • Pusat Pengetahuan Perempuan berbasis IT dan Resource Center, ditujukan untuk menumbuhkan apresiasi dan partisipasi publik dalam mendukung upaya-upaya mengatasi berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat lokal dan lingkungannya. Strategi ini dilakukan dalam bentuk disseminasi informasi, baik melalui media cetak, media sosial, maupun dialog-dialog publik.
  • Pengembangan ekonomi kolektif yang produktif dan kreatif,
  • Pengembangan Kemitraan dan filantropi, sebagai upaya untuk memperkuat   kapasitas  sumber daya  YMP  maupun dukungan taktis, strategis  dan politis dalam mendorong  penguatan kapasitas masyarakat dan advokasi perubahan kebijakan.  Kemitraan dilakukan  baik dengan pemerintah maupun dengan LSM dan kelompok sosial yang sevisi dalam bentuk kerjasama maupun jejaring kerja pada lingkup lokal, nasional dan internasional.
  • Penguatan volunterism untuk dukungan gerakan Sikola Mombine,
  • Tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel,

PROGRAM KERJA SIKOLA MOMBINE

Program kegiatan utama yang akan dilaksanakan oleh Sikola Mombine periode 2015 – 2020 adalah sebagai berikut :

  • Pengembangan riset dan kurikulum pendidikan, untuk kurikulum pendidikan mensuport pengembangan Balai Belajar Kampung dan pendidikan vocational, dan untuk pengembangan riset memfokuskan pada situasi perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam, situasi kekinian problematika konflik Poso berbasis HAM, politik ekologis dan gender, tata kelola desa yang responsive gender, ….
  • Pengorganisasian alumni dan peserta belajar Sikola Mombine, berupa membantu dan memfasilitasi pembangunan struktur kerja pengurus secara berjenjang, konsolidasi para alumni …
  • Balai Belajar Kampung, berupa pengembangan “balai belajar perempuan di kampung” dengan mendekatkan pada pendidikan strategis (materi gender, HAM, leadership, ….) dan taktis (penguatan ekonomi perempuan/Sekolah Lapang dan informasi kekinian perempuan)
  • Pendidikan vokasional, berupa kegiatan untuk mendorong penguatan kapasitas bagi penggerak komunitas Sikola Mombine dan penggerak muda berdasarkan pada kebutuhan lapangan. Beberapa inisiatif pendidikan adalah Kepemimpinan perempuan pejuang penyelamatan sumber daya alam, kepemimpinan perempuan dalam gerakan perdamaian, kelas penggerak muda, kelas paralegal, kelas politik anggaran desa, kelas pilkades, kelas kandidat parlementer, kelas gerakan ekonomi, dst
  • Pengembangan ekonomi perempuan , berupa kegiatan
  • Kemitraan dan filantropi, untuk kemitraan dengan pemerintah daerah berupa kerjasama program yang diperkuat melalui MoU dan pengembangan filantropi melalui donasi publik secara individu maupun institusi dan CSR oleh pihak swasta. Kemitraan dengan lembaga donor melalui pengembangan proposal program.
  • Pengembangan volunterism, berupa

Kerjasama program kelembaga donor : KPPA – Tifa Foundation, Program SETAPAK 2 koalisi PEI, program DFAT, ICF,